amaliAnjani's Blog

UNSUR PEMBENTUK KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI EFEKTIF SERTA HAMBATANNYA

Posted on: September 19, 2010

No man is the lord of anything, Though in and of him there be much consisting, Till he communicate his parts to others.

Troilus and Cressida – Shakespeare

1.1 UNSUR-UNSUR PEMBENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi adalah bagian yang amat penting dalam kehidupan sehari. Komunikasi bisa dalam bentuk lisan dan visual. Berikut ini adalah garis besar unsur-unsur pembentuk komunikasi.

1.SUMBER
Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen, dan sebagainya.

2.KOMUNIKATOR
Komunikator adalah penyampai pesan kepada penerima pesan sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar

Pada diri komunikator terdapat lima jenis sikap yaitu :

a. Reseptif (receptive), sikap ini berarti kesediaan untuk menerima gagasan dari orang lain.

b. Dijestif (digestive), kemampuan komunikator dalam merencanakan gagasan atau informasi dari orang lain sebagai bahan bagi pesan yang akan dikomunikasikan.

c.  Selektif (selective), faktor ini pun penting bagi komunikator dalam peranannya sebagai komunikan, sebagai persiapan untuk menjadi komunikator yang baik.

d.Asimilatif (assimilative), kemampuan komunikator dalam mengorelasikan gagasan atau informasi yang ia terima dari orang lain secara sistematis dengan apa yang telah ia miliki dalam benaknya merupakan hasil pendidikan dan pengalamannya.

e. Transmisif (transmissive), kemampuan komunikator dalam menstramisikan konsep yang telah ia formulasikan secara kognitif, afektif, dan konatif kepada orang lain.
3. RECIPIENT

Penerima pesan atau recipient adalah seseorang baik individu ataupun kelompok  yang berfungsi sebagai penerima pesan yang telah disampaikan oleh komunikator

4.Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat secara panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.
a.Penyampaian Pesan
Penyampaian pesan dapat dilakukan melalui lisan, face to face, lngsung menggunakan media, saluran, dan lain-lain.
b.Bentuk Pesan

– Informatif : Bersifat memberikan keterangan-keterangan / fakta-fakta, kemudian komunikan mengambil keputusan.
– Persuasif : Berisikan bujukan, yaitu membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya yaitu atas kehendak sendiri (bukan dipaksakan).
– Koersif : Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila tidak dilaksanakan.

c.Syarat Pesan
– Umum

– Positif
– Jelas dan gamblang

– Seimbang
– Bahasa yang jelas

– Penyesuaian dengan keinginan komunikasi

4.SALURAN ATAU MEDIA
Saluran adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media.

Media dibagi menjadi dua yaitu

a. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk.

b. Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa.

6.EFEK

Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Efek sesungguhnya dapat dikategorikan menjadi :
a.Personal Opinion
Personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu masalah tertentu.
b.Public Opinion
Public Opinion adalah penilaian sosial mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional.
c.Majority Opinion
Didalam majority opinion ini ada yang disebut opinion leader, opinion leader adalah orang yang secara informal membimbing dan mengarahkan suatu opini tertentu kepada masyarakat.

1.2 HAMBATAN KOMUNIKASI

Dalam berkomunikasi seringkali terjadi hambatan yang mengganggu tujuan komunikasi tersebut. Secara umum hambatan dalam berkomunikasi adalah sebagai berikut.

1. Hambatan Semantik

Hambatan Semantik adalah komunikasi yang disebabkan oleh factor bahasa yang digunakan oleg para pelaku komunikasi.

Contoh : seorang waiter kesulitan menangkap maksud pembicaraan tamu restaurant karena bahasa yang tidak mengerti.

2. Hambatan Mekanik

Hambatan Mekanik adalah yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya.

Contoh : bunyi pengeras suara yang gaung, gambar televise yang tidak jelas, salah cetak pada surat kabar atau majalah.

3. Hambatan Ekologis

Hambatan Ekologis adalah hambatan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar proses komunikasi tersebut

4. Hambatan Antropologis

Hambatan Antropologis adalah hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia.

Contoh Berupa perbedan budaya, adat, norma yang berlaku

5. Hambatan Psikologis

Hambatan Psikologis adalah hambatan yang disebabkan oleh factor kejiwaan.

1.3 KOMUNIKASI EFEKTIF

Kemampuan dalam mengirimkan pesan atau informasi dengan baik, kemampuan menjadi pendengar yang baik, kemampuan atau ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang efektif.
Kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif yang merupakan salah satu ketrampilan yang diperlukan dalam rangka pengembangan diri kita baik secara personal maupun professional adalah hal yang sangat penting. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis ketrampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu: menulis, membaca (bahasa tulisan),  mendengar dan berbicara (bahasa lisan). Bayangkan betapa waktu-waktu kita setiap detik setiap saat kita habiskan untuk mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh karenanya kemampuan untuk mengerjakan ketrampilan dasar komunikasi tersebut dengan baik mutlak diperlukan demi efektifitas dan keberhasilan kita.

Stephen Covey menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk menjelaskan hubungan antar manusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Jika kata-kata ataupun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika karakter), orang lain akan melihat atau membaca sikap kita.

Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat.

5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication)

Hukum # 1: Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.

Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Hukum # 3: Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual

Hukum # 4: Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan

Hukum # 5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

DIDASARI SIKAP YANG TEPAT, PENYAMPAIAN PESAN YANG SINGKAT NAMUN JELAS, DAN MEDIA YANG TEPAT MERUPAKAN HAL-HAL UTAMA DALAM KELANCARAN KOMUNIKASI

1.4 DAFTAR PUSTAKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: