amaliAnjani's Blog

Arti Sebuah Telor

Posted on: December 8, 2010

Telor ayam? Telor puyuh? Bukan, telor yang dimaksud di sini adalah nilai yang menyerupai telor. Yak, nilai 0. Nilai yang pasti menjadi momok bagi semua murid. Nilai yang selalu diterima oleh nobita, yang akan dia sembunyikan mati-matian agar tidak ketahuan oleh ibunya. Mengapa nilai ini harus disembunyikan? Karena 0 menginterpretasikan sebuah ketiadaan dan khusus untuk area nilai, 0 menyatakan sebuah kegagalan yang benar-benar gagal.

Pernahkah anda mendapat nilai ini selama masa pendidikan formal anda? Jangan malu untuk mengakuinya jika anda pernah mendapat pernah mendapat “telor” ini. Saya saja pernah mendapat nilai ini, dan hingga sekarang masih saya simpan rapi. Saya masih ingat perkataan guru saya, “jika mendapat nilai 0, jangan dibuang tapi masukkan pigura dan dipajang. Salah kalau yang dipajang nilai 100, tapi pajanglah nilai 0 ini”. Lalu beliau menjelaskan jika kita memajang nilai 0 tersebut, maka kita akan semakin terpacu untuk mendapat nilai yang lebih tinggi. Karena kita tidak ingin menambah pigura dengan nilai 0 tertulis di dalamnya kan?

Ternyata cara ini cukup ampuh bagi saya, walaupun caranya saya ubah sedikit alih-alih saya pigura dan dipajang di dinding, nilai ini saya taruh di map yang tiap hari saya bawa sekolah. Saat melihat nilai ini perasaan malu dan sakit di hati akan muncul dan saat itu juga saya berkata pada diri saya bahwa saya tidak akan mendapat malu dengan cara seperti ini lagi. Dan hingga akhir masa sekolah saya setelahnya saya tidak pernah mendapat “telor” itu lagi.

Oleh karena itu, jangan sembunyikan sesuatu yang membuat diri kita malu, tapi jadikan hal tersebut untuk memacu kita agar lebih baik lagi dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Nilai 0 merupakan sebuah pembelajaran yang mengajarkan kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama jika sekali kita mendapatkannya. Tapi jangan bangga dengan nilai 0 ini, apalagi hingga berpikir bahwa kita memang tidak bisa. Jangan menjadi nobita yang selalu mendapat nilai 0 dan tidak belajar dari kesalahan-kesalahan yang lalu. Jadilah seorang yang selalu mau belajar dari kesalahannya. Jadi jika pernah mendapat nilai 0, jangan dibuang atau disembunyikan tapi tempel di pintu kamar dan jadikan hal tersebut sebagai acuan kita agar selalu melakukan yang terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: