amaliAnjani's Blog

Blind Origami

Posted on: December 8, 2010

Permainan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan peserta terutama dalam mempengaruhi orang lain.

Permainan ini dilakukan dalam satu kelompok beranggotakan tidak lebih dari 15 orang. Permainan ini dapat dilakukan dalam ruang maupun di luar ruangan. Waktu permainan tergantung fasilitator.

Cara dan aturan permainan:

1.       Peserta diminta duduk melingkar namun saling membelakangi sehingga tiap peserta tidak akan melihat dalam lingkaran namun ke luar lingkaran.

2.       Kelompok diminta mengajukan satu orang untuk berdiri di tengah lingkaran yang nantinya akan memberikan intruksi mengenai cara membuat sebuah origami.

3.       Peserta lain yang saling membelakangi tidak boleh melihat peserta pemberi instruksi.

4.       Peserta yang berada di tengah akan memberikan instruksi mengenai cara membuat sebuah origami (misalnya origami burung) kepada teman-teman yang lain.

5.       Peserta yang lain melakukan apa yang diinstruksikan oleh pemberi instruksi.

6.       Pada tengah-tengah proses, peserta yang melakukan intruksi diminta untuk menutup mata. Setelah semua peserta menutup mata (kecuali pemberi instruksi), proses pembuatan origami dilanjutkan.

7.       Permainan berhenti saat fasilitator memberi aba-aba berhenti.

 

Hikmah permainan:

  • Dalam sebuah kelompok harus terdapat seorang pemimpin yang dipercaya oleh orang-orang lain dalam kelompok tersebut. Dan juga orang-orang lain yang berfungsi sebagai yang dipimpin.
  • Pemimpin inilah yang harus memberikan instruksi-insturksi agar tujuan dapat tercapai.
  • Sebuah instruksi haruslah sesuatu yang jelas dan dapat dipahami oleh orang lain. Dan hendaknya pemimpin melakukan koordinasi dengan anggota yang lain sebelum melakukan sebuah kegiatan bersama karena hal ini akan memperkecil tingkat kesalah pahaman. Koordinasi juga akan meningkatkan kekompakan karena semua anggota telah mengerti dengan jelas apa yang akan dia kerjakan.
  • Pemimpin haruslah mampu mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti instruksinya.
  • Jika kita menjadi orang yang dipimpin maka kita harus mendengar dan mempercayai apa yang diinstruksikan oleh pemimpin. Jika hal tersebut tidaklah sesuai dengan pemikiran kita, kita dapat mengajukan pendapat kepada pemimpin tersebut. Dan untuk pemimpin, jika orang yang dipimpinnya mengajukan pendapat ataupun kritik maka sebaiknya didengarkan dengan baik. Hal ini akan menimbulkan perasaan dihargai bagi orang tersebut dan akhirnya orang tersebut dapat mempercayai kita sebagai pemimpinnya.
  • Pada saat mata tertutup, maka kepekaan indera yang lain terutama pendengaran akan berfungsi lebih optimal. Hal ini akan mengakibatkan tingkat fokus akan semakin meningkat. Karena setelah kehilangan penglihatan maka manusia cenderung lebih waspada. Tapi hal ini juga akan mengakibatkan turunnya tingkat kepercayaan.

 

Pemimpin tanpa orang yang dipimpin tiada arti, dan orang-orang tanpa pemimpin juga tak berarti jika tanpa adanya seorang pemimpin yang mereka percayai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: