amaliAnjani's Blog

Pohon dan Burung

Posted on: December 8, 2010

Permainan melatih tingkat konsentrasi peserta permainan.

Permainan ini dimainkan banyak peserta dan dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruang.

 

Cara dan aturan permainan:

1.       Tiap peserta membuat tim kecil yang beranggotakan tiga orang. Dua orang menjadi pohon dan dua orang menjadi burung. Dua orang yang menjadi pohon saling mengaitkan tangan seperti memayungi burung yang duduk diantara kedua pohon tadi.

2.       Seorang fasilitator akan memberi instruksi yang diselipkan dalam sebuah cerita.

Instruksinya adalah jika badai maka semua harus berganti pasangan. Jika banjir maka hanya burung yang berpindah pasangan. Sedangkan jika kebakaran maka hanya pohon yang beganti pasangan.

3.       Yang terlambat mendapat pasangan atau salah berpindah akan mendapat “hadiah”.

 

Hikmah:

  • Konsentrasi / fokus. Seperti layaknya permainan lain yang menggunakan perintah dari seseorang untuk menjalankan permainan, permainan ini juga membutuhkan konsentrasi yang tinggi.
  • Mendengarkan. Seperti telah ditekankan sebelumnya, mendengarkan merupakan hal penting. Tanpa mendengarkan kita tidak akan dapat mengumpulkan informasi yang penting. Sama dengan permainan ini. Selain membutuhkan konsentrasi tinggi, kita juga dituntut agar dapat mendengar dengan baik karena instruksi disisipkan dalam sebuah cerita.
  • Kecepatan tindakan / sigap. Selain kedua hal di atas, hal lain yang juga tidak kalah penting adalah kecepatan kita untuk bertindak atau dengan kata lain sigap. Setelah mendengar instruksi, maka kita diminta membuat keputusan dalam waktu yang singkat.
  • “Hadiah”? tidak digunakan kata “hukuman”, karena hukuman memiliki intepretasi yang buruk. Sedangkan “hadiah” memiliki interpretasi positif. Oleh karena itu, pada permainan-permainan yang dilakukan dianjurkan menggunakan kata “hadiah”.  Hukuman yang diberikan tidak selalu berefek pada hal yang buruk apalagi dalam permainan. Kata “hadiah” akan memberi energi positif dan akan terus memotivasi kita agar terus maju dan tidak takut dengan sebuah kesalahan. Carilah kesempatan dalam menjalani hukuman tersebut, misalnya kita akan menjadi lebih dikenal orang karena tampil di depan orang banyak. Selain itu, akan melatih kepercayaan diri kita. Sehingga pada akhirnya hukuman akan benar-benar menjadi hadiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: