amaliAnjani's Blog

Belajar Arti Empati

Posted on: January 8, 2011

Pernah mendengar mengenai empati? Seringkali kita mendengar kata tersebut yang sering dipasangkan dengan simpati. Namun simpati dan empati adalah dua hal yang berbeda. Jadi, apa yang dimaksud dengan empati? Orang-orang selalu mengatakan bahwa empati adalah sesuatu yang penting dan harus ada pada saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Kali ini kita berkunjung ke sebuah lembaga sosial di Keputih, Surabaya. Lembaga sosial ini menampung orang-orang yang sebelumnya menggelandang di jalan-jalan. Orang-orang tersebut dibedakan menjadi tiga kategori besar, yakni gangguan jiwa, orang tua, dan anak-anak. Namun untuk anak-anak, disalurkan ke panti-panti asuhan. Dan untuk yang gangguan jiwa biasanya disalurkan ke rumah sakit jiwa.

Oleh karena itu, pada awal mendengar bahwa yang kita kunjungi adalah lembaga sosial, yang terbersit di pikiran adalah hal-hal yang menakutkan dan penuh dengan hal-hal yang menyeramkan. Namun saat kami tiba dan membaur dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang ditampung di sana, kami merasakan hal yang berbeda.

Di aula LIPONSOS, kami berkumpul dengan kelompok-kelompok yang telah ditetapkan. Dan tiap kelompok akan ditambah dengan bapak-ibu dari LIPONSOS. Kami melakukan dua buah game agar saling mengenal. Pada saat lempar bola, kami menyadari bahwa mereka juga sama seperti kita. mereka amat tertarik dengan permainan ini, bahkan saat mengatakan bahwa hobinya adalah menyanyi, ibu muda tersebut lantas berdiri dan menyanyi. Dan pada permainan berikutnya, kami akan saling berbagi cerita dengan mereka. Kami dibagi menjadi kelompok lebih kecil, tiga orang dari kami dan seorang ibu atau bapak dari LIPONSOS. Di sinilah kami mendengar banyak cerita dari mereka yang mampu membuat air mata mengalir. Hal yang membuat saya terkesan adalah mereka tidak ragu memutar waktu dan menceritakan kepada kami mengenai masa lalu mereka dan mengapa dan bagaimana mereka bisa ada di sini. Dan lagi yang mebuat saya terkesan adalah mereka masih mau berjuang. Mereka menyadari kekurangan mereka dan mereka mau berjuang untuk mengatasinya.

Ada dua orang yang merasuk di hati saya, yakni seorang ibu bernama ervin dan seorang pemuda bernama gandul. Ibu ervin berasal dari semarang, beliau mengaku pada saya bahwa beliau dulu gila. Selain itu beliau juga berkata bahwa beliau suka menulis. Hal ini benar-benar merasuk di hati saya, seorang yang mengaku dulunya gila, namun mengaku kesukaan nya adalah menulis. Benar-benar hal yang berbanding terbalik, namun saya tau beliau tidak berbohong, ada sebuah rasa menggebu-gebu dari beliau saat beliau mengatakan bahwa kesukaannya adalah menulis.

Lalu seorang pemuda bernama Gandul. Menurut petugas di LIPONSOS, pertama kali di bawa ke LIPONSOS, dia tidak ingat dari mana asalnya, bahkan namanya sekalipun. Oleh karena itu, petugas di LIPONSOS menamainya Gandul. Mas ini adalah seorang yang gagu, yakni seorang yang susah untuk berbicara. Namun dia sanggup menulis dan mendengar maupun melakukan instruksi dengan baik. Bahkan dia mampu meniru dengan tepat gerakan orang lain.

Orang-orang tersebut memiliki banyak kekurangan dan telah menjalani kehidupan yang lebih pahit dari kehidupan yang telah kita jalani selama ini. Namun mereka masih sanggup untuk tertawa. Hal ini membuat sadar bahwa selama ini saya banyak mengeluh hanya karena suatu masalah kecil dan hal tersebut tidak sebanding dengan mereka. Dan selama saya di saya, saya selalu mengucap syukur bahwa saya masih memiliki sebuah keluarga yang mendukung saya. Saya dapat mengenyam pendidikan di ITS dan saya dapat melakukan hal-hal yang saya sukai dengan bebas. Tidak pantas saya mengeluh dan putus asa hanya karena sebuah masalah yang kecil. Saya benar-benar patut bersyukur.

Melalui kegiatan tersebut akhirnya kita dapat menjawab pertanyaan, “apa sih empati itu?”. Empati merupakan sebuah kemampuan merasakan dan memahami kondisi emosional orang lain. Empati merupakan pondasi dari semua interaksi hubungan antar manusia. Berbeda dengan simpati yang merupakan  pemahaman keadaan orang lain dengan persepsi kita, bagaimana perasaan anda ketika anda berada dalam situasi yang sedang saya hadapi. Empati lebih dalam daripada simpati, empati menuntut kita berusaha memahami keadaan orang dari sudut pandang orang tersebut. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki sikap empati lebih mudah memotivasi dan mempengaruhi  orang lain.

Dan cara terbaik untuk menumbuhkan empati adalah dengan mendengarkan orang lain dengan hati.  tidak sekadar mendengar “apa” yang dia sampaikan namun mendengarkan “bagaimana” dia menyampaikannya. Perhatikanlah bahasa tubuh yang dia gunakan, hal tersebut lebih menggambarkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya.

Sikap ini selayaknya kita implementasikan pada kehidupan sehari-hari kita. kita akan merasakan bahwa hidup itu tidak sesusah seperti yang kita pikirkan selain itu, kita akan mengerti bahwa di dunia ini, kita bukanlah satu-satunya orang yang menderita dan penuh dengan masalah. Orang lain juga mengalami masalah-masalah itu, bahkan mungkin lebih pahit dari masalah yang kita hadapi. Dan kita akan mampu membahagiakan orang lain saat kita memahami mereka. Sama seperti kita sendiri yang akan bahagia jika ada orang lain yang memahami anda. Jadi marilah kita belajar mengenai empati, karena empati mampu mebuat hidup kita menjadi lebih berwarna dan mampu membuat kita jadi lebih bijak menghadapi permasalahan hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: