amaliAnjani's Blog

Berempati Melalui Game

Posted on: January 8, 2011

Game semakin canggih mengikuti semakin canggihnya teknologi pembuatannya. Game-game ini juga semakin fleksible, mudah digunakan siapa saja dan dapat diterima berbagai usia. Hal ini mendorong timbulnya pemikiran mengapa game tidak digunakan sebagai sarana pembelajaran. Sesuai semboyang yang sering di gaungkan “Bermain Sambil Belajar”, keberadaan game amatlah mendukung.

Hal ini juga mendasari pemikiran  arek ITS untuk membuat game edukasi. Dua game  yang dipersembahkan adalah ‘Merapi joe’ dan ‘Merapi Boy’. Dengan latar belakang bencana alam gunung merapi yang meletus sekitar awal hingga pertengahan November 2010, para pemain diajak untuk menunjukkan sikap empati bagi orang-orang di sekitar kita. Konsep game ini adalah decision making atau pengambilan keputusan yang akan dijelaskan kemudian.   Game ini dipersembahkan bagi para korban bencana letusan Merapi, semoga dapat menata kembali kehidupan untuk ke depannya.

Maka, silahkan belajar berempati melalui game ‘Merapi Joe’ dan ‘Merapi Boy’.

  • Merapi Joe

screenshot merapi joe

Pada awal game, terdapat cerita yang berseting di DIY Jogjakarta. Tokoh utama adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu universitas di Jogja. Mahasiswa ini bernama Jonathan yang sering dipanggil Joe. Joe adalah seorang anak dari keluarga yang berada, karena keadaannya inilah dia menjadi sombong dan tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya.

Kemudian terjadilah bencana merapi meletus. Pada keadaan ini, joe akan mendapat pilihan yakni “melarikan diri” atau “menolong orang lain” atau “bersembunyi di rumah”. Di sinilah letak decision making atau pengambilan keputusan tersebut.  Setiap  pilihan yang pemain pilih akan mendapat alur cerita kelanjutan yang berbeda dan tentu akan memiliki akhir yang berbeda.

  • Merapi Boy

screenshot merapi boy

Untuk memulai permainan merapi boy, pemain harus memilih menu mulai game. Sama seperti game merai Joe, permainan ini juga mengambil latar belakang DIY Jogjakarta. Namun lebih dispesifikkan yakni lereng gunung merapi. Tokoh utama cerita dalam permainan ini adalah Paijo. Paijo adalah seorang pemuda yang tinggal bersama keluarganya di lereng gunung merapi. Awal cerita, paijo menceritakan keindahan lereng gunung Merapi.

Kemudian tidak diduga gunung Merapi meletus. Pada tahap ini, pemain harus memilih satu keputusan yakni “lari” atau “pergi ke balai desa” atau “menyelamatkan keluarga” atau mengambil harta, atau malah “berdiam diri saja”.

Game ini sama seperti game Merapi Joe yang memilliki konsep decision making. Jadi setiap pemilihan sebuah pilihan akan menentukan kelanjutan cerita dan akhir dari cerita.

link download game

Kedua game tersebut adalah karya arek ITS. Hal yang menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan di Indonesia juga tidak kalah dengan negara-negara tetangga. Selain itu, dengan adanya bantuan dari para mahasiswa dengan hasil-hasil karya nya, di harapkan masyarakat Indonesia dapat memanfaatkannya untuk kemajuan bersama. Contohnya dua game yang telah diulas, yang mengajarkan mengenai kepekaan terhadap lingkungan sekitar sejak dini.

Jika tren seperti ini terus berkembang pesat, maka bukan sebuah kata tidak mungkin Indonesia dapat bersaing di kancah Internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: