amaliAnjani's Blog

Satu Suara

Posted on: January 8, 2011

Berteriak hingga serak, memonyongkan bibir sambil berteriak a, i, u, e, o. Tidak kalah dengan badut ancol. Selain itu, masih harus menekan perut hingga bergetar. Jika terus menerus seperti itu maka otot perut akan kram sehingga bergerakpun rasanya ngilu. Hal-hal tersebut bukan hal aneh bagi para anggota paduan suara. Yang susah adalah menyatukan suara. Walaupun sudah seiring dengan nada dan irama musik pengiring, jika terdapat satu suara yang melengking terlalu tinggi atau terlalu rendah maka tamatlah sudah. Biasanya para anggota paduan suara akan menggunakan kedua telinganya untuk menangkap irama dan juga nada dari anggota yang lain. Jika telah seirama, maka akan tercipta satu harmonisasi yang apik.

Jika para pemimpin negeri ini bersikap layaknya anggota paduan suara tersebut pastilah tidak akan ada acara walkout dari sidang atau pun saling lempar kursi. Jika mereka meniru anggota paduan suara tersebut, mereka pastilah juga akan menggunakan kedua telinganya dengan baik, sebaik mereka menggunakan mulut dan lidahnya.

Jika diibaratkan, nada-nada yang melengking tinggi adalah adanya perbedaan pendapat diantara para petinggi pemerintahan tersebut. Dan penyaji nada-nada yang terlalu rendah, adalah teriakan protes masyarakat di jalan yang butuh untuk didengarkan. Tanpa mendengarkan nada-nada tersebut yang ada hanyalah fals (istilah dalam musik untuk menyatakan tidak adanya kesatuan harmoni), tidak enak didengar dan hanya menimbulkan chaos atau kekacauan.

Jika disandingkan dengan fakta bahwa telah terjadi terlalu banyak chaos di negara kita, maka dapat kita simpulkan bahwa masyarakat kita terutama para petingginya tidak dapat mengimplementasikan sebuah kesatuan harmoni. Mereka hanya pintar menggunakan mulut dan lidahnya, dan sepertinya kesulitan untuk menggunakan telinganya. Padahal Tuhan menciptakan dua telinga, agar manusia senantiasa mendengarkan dibandingkan menggunakan mulutnya yang hanya diciptakan sebuah.

Seharusnya  nada-nada sumbang tersebut masuk melalui telinga dan diproses dengan hati serta pikiran sehingga akan tersaji kesimpulan yang akan bermanfaat bagi negara dan kemaslahatan masyarakatnya seperti tersajinya harmoni yang indah dari paduan suara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: