amaliAnjani's Blog

Stres atau Gilakah Anda?

Posted on: January 13, 2011

Bermacam jawaban akan muncul jika kita bertanya apa beda stres dengan gila.Bahkan jawaban bahwa gila dan stres adalah hal yang sama akan sering terlontar. Namun pada kenyataannya gila dan stres amatlah berbeda. Singkatnya, gila merupakan penyakit kelainan pada kejiwaan seseorang. Dan stres adalah sesuatu yang menekan dan membebani perasaan dan pikiran yang akan berakibat pada fisik dan mental. Biasanya orang mengatakannya tekanan batin.

Jika stres bukanlah penyakit jiwa, lalu apa penyebabnya?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, stres merupakan sebuah tekanan dan beban. Maka apa yang menekan pikiran dan perasaan? Jawabannya adalah masalah. Pengertian masalah adalah relatif, karena mengartikan sesuatu hal menjadi masalah atau tidak berbeda bagi tiap orang. Tetapi singkatnya, masalah merupakan hal yang menghambat kita dalam meraih atau mendapat apa yang kita inginkan. Adanya masalah akan menekan pikiran dan perasaan yang akan berakibat pada fisik dan mental. Hal ini sesuai dengan pengertian stres.

Jika masalah adalah penyebab stres, maka stres banyak dialami oleh kita semua?

Tentu saja. Setiap manusia memiliki banyak masalah , maka setiap manusia pasti pernah stres. Hanya kadar stres tiap orang berbeda, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Kadar stres yang tinggi tentu saja tidak baik. Sedangkan kadar stres yang cukup akan mendukung performa kita. Hal ini dikarenakan semakin banyak masalah yang diterima dan dengan kadar stres yang cukup akan mendorong kita untuk terus meningkatkan kemampuan dan performa kita. Jadi jangan selalu  beranggapan buruk pada stres.

Apa ciri-ciri saat kita mengalami stres?

Setiap orang akan berbeda dalam merasakannya. Ciri-ciri akan timbul saat pikiran atau perasaan kita mengalami tekanan, antara lain panik, gemetar, berkeringat dingin, berdebar, dan melamun, bahkan ada yang melakukan tindakan anarkis. Saat-saat yang sering menimbulkan stres misalnya saat kita akan melakukan presentasi, akan tampil di depan umum, mengerjakan ujian, saat pertandingan, dan banyak lagi.

Apakah stres memiliki jenis?

Ya, stres memiliki dua jenis. Yakni stres yang baik dan stres yang buruk. Stres yang baik atau biasa disebut eustres akan berakibat baik pada kita. Seperti stres yang berkadar cukup, eustres dapat mendorong kita untuk meningkatkan performa. Misalnya ada mata kuliah yang memberikan iming-iming jika mampu mengerjakan satu project dengan kreatif maka kita akan mendapat nilai A. Hal ini merupakan eustres karena dengan iming-iming nilai A, kita akan berusaha lebih keras untuk membuat project sekreatif mungkin dan hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan dan performa kita.

Sedangkan stres yang buruk atau biasa disebut dengan distres, akan memberikan efek buruk pada kita. Distres akan menekan pikiran dan perasaan kita secara berlebih. Hal ini akan menimbulkan efek negatif. Misalnya panik, berpikiran buruk, menyerah, tidak fokus, dan efek buruk lainnya. Contoh distres antara lain pada saat akan berangkat kuliah kunci motor kita hilang, sedangkan jam dimulai kuliah sudah mepet. Hal ini akan membuat kepanikan berlebih pada kita dan membuat kita kehilangan fokus.

Menyambung dengan masalah adalah penyebab stres, apa yang mendorong adanya masalah penyebab stres?

Masalah bagi setiap orang berbeda begitu pula dengan penyebab masalah tersebut. Secara garis besar penyebab masalah dibagi menjadi dua yakni faktor dari luar dan faktor dari dalam. Faktor dari dalam adalah penyebab timbulnya masalah yang berasal dari diri kita sendiri. Memacu dan memaksa diri kita untuk mencapai atau mendapat sesuatu. Misalnya kita memacu diri sendiri agar menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan.

Sedangkan faktor dari luar adalah penyebab timbulnya stres yang tidak berasal dari diri kita namun dari lingkungan di sekitar kita. Lingkungan di sekitar kita memiliki andil yang cukup besar untuk mendorong timbulnya masalah yang akan berujung timbulnya stres pada diri kita, baik secara langsung maupun tidak. Misalnya orang tua yang mengharap hasil yang baik atau kita jadi terpacu untuk bisa berbahasa inggris karena teman-teman kita telah mampu berbahasa inggris dengan baik atau kita berusaha belajar lebih tekun karena dalam kelas yang kita ikuti persaingannya cukup ketat.

Setelah mengetahui tentang stres dan penyebabnya serta efeknya maka bagaimana cara mengatasi stres?

Karena penyebab dan masalah yang menimbulkan stres bagi tiap orang berbeda maka cara mengatasi stres bagi tiap orang juga berbeda. Karena mengatasi stres berarti menyelesaikan masalah yang menyebabkan timbulnya stres. Secara umum cara mengatasi stres dibagi menjadi dua yakni mengatasi emosi lebih dahulu dan mengatasi penyebab masalah lebih dahulu.

Cara yang pertama adalah mengatasi emosi terlebih dahulu. Menumpahkan emosi agar kita tenang. Cara ini paling sering digunakan untuk mengatasi stres. Seperti saat kita terkena masalah maka kita akan menangis, tidur, makan, jalan-jalan, mendengar musik, atau cara yang lain. Hal ini dilakukan untuk menenangkan emosi kita. Setelah emosi kita cukup stabil maka kita akan dengan mudah mencari jalan keluar atas masalah tersebut.

Cara yang kedua adalah mengatasi penyebab masalah lebih dahulu. Cara ini jarang digunakan, karena tidak banyak orang mampu menyelesaikan penyebab masalah dengan baik saat emosi tidak stabil. Tapi ada kalanya orang-orang yang menggunkan cara ini tidak menyelesaikan penyebab masalah secara tuntas, namun menyelesaikan sebagian lalu menenangkan emosi lebih dulu barulah menyelesaikan sisa masalah. Hal ini biasa dilakukan jika masalah tersebut mendesak sehingga diselesaikan sebagian lalu penyelesaian sisa masalah menyusul kemudian.

Jadi kesimpulannya, stres yang baik yakni eustres akan memberikan efek yang baik  bagi diri kita jika kadar stres tersebut cukup dan tidak berlebihan. Dan cara mengatasi stres adalah dengan menyelesaikan masalah penyebab stres tersebut. Caranya berbeda bagi tiap orang, oleh karena itu kita harus memahami mana cara yang tepat bagi diri kita, agar masalah dapat diselesaikan dengan efektif.  Jadi jangan selalu beranggapan buruk mengenai stres, karena stres mampu memberi efek positif bagi diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: