amaliAnjani's Blog

Aku dan Cermin

Posted on: January 14, 2011

Di ranah kehidupan bermasyarakat kita sekarang ini, kepercayaan adalah suatu hal yang sulit dicari. Bahasa kerennya ‘krisis kepercayaan’. Padahal kepercayaan adalah sesuatu yang penting. Disetiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari  pastilah membutuhkan adanya kepercayaan.

 

Melalui permainan ‘aku dan cermin’ ini, kita akan berlatih untuk membangun kepercayaan dan kepemimpinan.

ILUSTRASI KEGIATAN

Permainan ini dimainkan secara berpasangan. Satu orang akan menjadi cermin dan yang satu lagi akan menjadi si ‘aku’. Cermin harus mengikuti apa pun yang dilakukan oleh ‘aku’.

HIKMAH

  • Terdapat dua macam kesulitan pertama saat menjadi cermin dan yang kedua saat menjadi ‘aku’. Saat menjadi cermin, kita mengalami kesulitan untuk menirukan gerakan orang yang menjadi ‘aku’.
  • Sebaliknya kesulitan yang dialami oleh ‘aku’ adalah kesulitan untuk menentukan gerakan. Berinovasi atas sebuah gerakan adalah kesulitan tersendiri yang akan dirasakan oleh ‘aku’.
  • Oleh karena itu, ada baiknya si ‘aku’ untuk menyesuaikan si ‘cermin’. Karena mungkin si ‘cermin’ bukan orang yang seatraktif si ‘aku’. Jika tidak disesuaikan maka tidak akan timbul kesesuaian dan keharmonisan. Sehingga tidak akan menimbulkan kekompakan.
  • Lain halnya dengan si ‘aku’, si ‘cermin’ harus memiliki sebuah kepercayaan pada si ‘aku’. Tanpa adanya kepercayaan atas pemimpin, dalam hal ini adalah si ‘aku’, maka tidak akan timbul sebuah kerja sama antara pemimpin dan yang dipimpin. Menjadi cermin berarti menjadi orang yang dipimpin, karena kita tidak akan selalu menjadi seorang pemimpin. Adakalanya kita harus menjadi orang yang dipimpin.
  • Selain itu, seperti yang telah dijelaskan, si ‘aku’ memiliki beban seorang pemimpin. Dia harus menentukan akan melakukan apa kemudian. Seorang pemimpin tidak boleh kehilangan kepercayaan dari orang yang dipimpin. Jika kepercayaan tersebut hilang maka kerjasama yang telah terbentuk akan hancur. Seperti yang dipraktikkan, cermin akan mengikuti gerakan dari si ‘aku’,  jika orang yang dipimpin mempercayai pemimpin maka dia akan mengikuti semua instruksi dari pemimpinnya. Selain itu, yang terpenting adalah pemimpin harus mampu memberikan pengaruh  pada orang-orang yang dipimpinnya.

Setelah kita melakukan permainan ‘aku dan cermin’, kita menyadari kesulitannya. Baik saat menjadi ‘aku’ ataupun ‘cermin’. Selain itu, kita akan menyadari pentingnya menjaga sebuah kepercayaan. Kepercayaan itu seperti kaca, sekali pecah maka tidak akan dapat kembali seperti semula. Oleh karena itu, jagalah kepercayaan yang telah kita dapatkan. Karena menjaga jauh lebih susah daripada meraih dan mendapatkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: