amaliAnjani's Blog

WATERFALL – Model Tradisional Perekayasaan Perangkat Lunak

Posted on: October 15, 2011

Untuk mengembangkan perangkat lunak maka diperlukan suatu pemodelan. Jika hanya dikembangkan seorang diri, aktifitas pemodelan ini tidak terlallu diperhatikan. Karena hanya dirinya sendiri yang melakukan semua aktifitas-aktifitas pengembangan tanpa perlu suatu aturan dan sebagainya. Namun hal ini berbeda dengan jika akan mengembangkan perangkat lunak dalam suatu tim developer/pengembang. Harus ada pemodelan yang pasti akan diterapkan. Karena pemodelan menjadi aturan dari urutan dalam proses pengembangan tersebut. pemodelan mencangkup dari tahap paling awal yakni perencanaan hingga tahap paling akhir yakni pengimplementasian hingga perawatan. Bahkan bagaimana pendokumentasian dari pengembangan perangkat lunak juga diatur disini.

Hingga saat ini terdapat banyak sekali model-model perekayasaan perangkat lunak. Karena model-model perekayasaan perangkat lunak masih menjadi obyek penelitian. Tidak ada model yang paling baik dalam penerapannya. Semua model-model tersebut disesuaikan dengan kebutuhan customer bahkan banyak developer yang menggabungkan beberapa model untuk pemodelannya karena dirasa gabungan dari model-model tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan customer.

Model Waterfall

Model waterfall merupakan model perekayasaan perangkat lunak yang pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce pada tahun 1970. Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier. Seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir. Aliran air tidak akan bisa kembali atas. Sehingga pada aliran sistem yang linier ini, proses tidak dapat kembali ke tahapan sebelumnya. Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.

Berikut merupakan tahapan dalam model waterfall.

  1. Communication

Pada tahap pertama ini, pihak developer akan mengadakan diskusi dengan customer mengenai kebutuhan-kebutuhannya (requirement). Dari requirement tersebut developer dapat mengetahui sistem yang bagaimana yang harus dibuat. Selain itu, data-data penunjang untuk pengembangan juga dapat didapatkan pada tahap ini.

  1. Planning

Setelah requirement dari customer dan data-data penunjang juga telah didapatkan, maka developer dapat merencanakan bagaimana pengembangan perangkat lunak yang sesuai dengan requirement customer. Bukan hanya proses pengembangan saja yang direncanakan, namun hingga tahap akhir yakni perawatan juga direncanakan.

  1. Modelling

Desain dari sistem mulai dibuat. Rancangan alur sistem dari segi user dan perangkat lunak dibuat di tahap ini.

  1. Construction

Proses pengembangan perangkat lunak misalnya coding aplikasi dilakukan pada tahap ini. testing perangkat lunak juga dilakukan disini.

  1. Deployment

Setelah perangkat lunak telah dianggap sesuai dengan requirement customer, perangkat lunak akan diimplementasikan.

Seperti dijelaskan pada awal, model waterfall adalah linier. Tahap berikutnya membutuhkan output dari tahap sebelumnya untuk dijadikan input di tahap berikutnya. maka pada model ini dokumen dari tiap tahap akan selalu ada. Dokumen-dokumen inilah yang menjadi dasar pada tahap berikutnya.

  • Kelebihan Waterfall

–          Dokumen dari tiap tahap akan tertata dengan rapi, karena tahap berikutnya membutuhkan dokumen-dokumen dari tiap tahapan sebelumnya.

  • Kelemahan Waterfall

–          Waktu pengembangan lama. hal ini dikarenakan input tahap berikutnya adalah output dari tahap sebelumnya. Jika satu tahap waktunya molor, maka waktu keseluruhan pengembangan juga ikut molor.

–          Biaya juga mahal, hal ini juga dikarenakan waktu pengembangan yang lama

–          Terkadang perangkat lunak yang dihasilkan tidak akan digunakan karena sudah tidak sesuai dengan requirement bisnis customer. hal ini juga dikarenakan waktu pengembangan yang lama. selain itu dikarenakan waterfall merupakan aliran yang linear, sehingga jika requirement berubah proses tidak dapat diulang lagi.

–          Karena tahap-tahapan pada waterfall tidak dapat berulang, maka model ini tidak cocok untuk pemodelan pengembangan sebuah proyek yang memiliki kompleksitas tinggi.

Meskipun waterfall memiliki banyak kelemahan yang dinilai cukup fatal, namun model ini merupakan dasar bagi model-model lain yang dikembangkan setelahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: