amaliAnjani's Blog

Evaluasi Investasi SI/TI

Posted on: April 6, 2013

Kebutuhan organisasi akan sistem informasi berdampak pada meningkatnya investasi IS/IT pada organisasi tersebut. Sehingga evaluasi investasi menjadi hal yang penting bagi organisasi.

Menurut beberapa pakar, IT (Information Technology) merupakan istilah yang mencakup keseluruhan sistem mulai peralatan, pengguna, layanan, dsb yang singkatnya adalah usermachine yang terintegrasi untuk memberikan informasi yang dapat mendukung kinerja organisasi. Semua bagian ini diasosiasikan dengan pendanaan. Dan investasi dilakukan/dibuat dengan tujuan dapat memberikan manfaat kepada investor dalam jangka waktu kedepan. Sehingga yang dimaksud dengan investasi IT adalah pengadaan software ataupun hardware yang diharapkan dapat meningkatkan keuntungan bisnis bagi organisasi dalam jangka panjang.

Sedangkan evaluasi diartikan sebagai proses untuk mencari kesalahan dari feedback yang didapatkan sehingga dapat memberikan saran untuk perencanaan dan perbaikan yang tepat. Dan fungsi utama dari evaluasi adalah untuk memberikan feedback untuk mendukung pengambilan keputusan.

Sehingga evaluasi investasi IS/IT dapat diartikan sebagai proses menilai keseluruhan nilai dari masing-masing bagian IT yang diharapkan dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan dari segi sistem informasi yang nantinya feedbak penilaian tersebut dapat digunakan untuk mendukung keputusan kedepannya.

Tujuan dan Kriteria

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dari evaluasi investasi IS/IT menurut beberapa pakar.

  • Menjadi bagian dari proses justifikasi suatu proyek
  • Membantu organisasi untuk membandingkan manfaat dari beberapa investasi proyek yang berbeda.
  • Menyediakan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi melakukan kontrol atas investasi-investasinya
  • Menjadi bahan ajar yang mampu membantu perusahaan untuk meningkatkan sistem evaluasi dan sistem peningkatan kapabilitas
  • Memastikan sistem akan terus bekerja optimal dalam jangka waktu yang panjang dengan memilih best alternative pada awal proyek.
  • Mendukung tujuan bisnis dan membantu pengembangan bisnis kedepannya.
  • Membantu perusahaan mendapatkan keuntungan yang kompetitif serta meningkatkan produktifitas dan performa.

Organisasi dapat melakukan evaluasi proyek IS/IT pada tahap berikut ini:

  • Pembuatan strategi
  • Proyek telah ditentukan
  • Pada tahap pengembangan proyek
  • Pada saat proyek telah mencapai tahap akhir, yakni saat penyerahan proyek dari pengembang kepada pengguna
  • Saat proyek baru saja diimplementasikan
  • Ketika proyek diimplementasikan dalam rentang waktu yang pendek
  • Saat proyek mencapai tahap akhir dari life cycle-nya dan pilihan proyek yang akan menggantikannya sedang direncanakan.

Berdasarkan Bacon, kriteria yang digunakan untuk mengambil keputusan merupakan hal yang vital dan signifikan untuk alasan berikut ini.

  • Kriteria tersebut berdampak secara signifikan pada pemilihan investasi IT/IS.
  • Kriteria yang digunakan oleh organisasi merepresentasikan keefektifan IS/IT itu sendiri.
  • Kriteria-kriteria tersebut signifikan bagi keuangan dan manajemen akutansi organisasi.
  • Kriteria memiliki signifikansi dalam keseimbangan dalam organisasi terutama dalam hal keuangan dan manajemen.

Life Cycle dari Evaluasi Investasi IS/IT

Salah satu alasan mengapa tidak terdapat pengukuran nilai IS/IT adalah dikarenakan IS/IT dihitung berdasarkan profit centre atau cost centre, dan juga timbul ketidakseimbangan manajemen dan keuangan (finance).

Menurut Willcocks dan Lester (1997), diperlukan suatu perhitungan yang mampu mengcover performa IT secara technical dan bisnis. Dan berikut ini merupakan pendekatan lifecycle evaluation yang terdiri atas aktivitas-aktivitas yang saling terkait.

  • Mengidentifikasikan cost dan benefit dari proyek IS/IT dan menyelaraskan dengan tujuan organisasi.
  • Mengidentifikasikan manfaat dan menilai manfaat ini.
  • Mengembangkan langkah-langkah terpadu berdasarkan kriteria utama yakni keuangan, layanan, delivery, learning dan teknis.
  • Menghubungkan langkah-langkah terpadu tersebut untuk kebutuhan pengembangan, implementasi dan pasca implementasi.
  • Mengoperasionalisasi dari tiap langkah-langkah tersebut dari level strategis hingga operasional.
  • Menentukan penanggung jawab untuk melacak langkah-langkah tersebut dan mereview hasilnya secara berkala.
  • Melakukan review secara berkala dari investasi IS/IT yang ada, dan menyelaraskannya dengan tujuan organisasi.

Dan untuk membuat lifecycle ini tetap berjalan, maka para stake holder haruslah terlibat. Selain itu, pada tiap tahap lifecycle tersebut dibutuhkan metodologi untuk mengimplementasikannya ataupun untuk menghitungnya bahkan untuk mengintgrasikannya. Namun menurut Willock dan Leser(1997) pendekatan BSC merupakan tool yang cukup mumpuni untuk mengintegrasikan lifecycle dari evaluasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: